Pentingnya Informasi Yang Berkualitas


Di dalam kehidupan, secara individu, berkeluarga, berorgansasi, dan bermasyarakat informasi memegang peranan sangat strategis untuk dapat mengarungi biduk kehidupan ini sesuai dengan visi yang sudah ditetapkan. Ketika kita menggantungkan visi kita setinggi langit, mungkinkah kita dapat mewujudkannya? Pertanyaan inilah yang sering muncul dalam benak kita. Bagi mereka yang berpikir sederhana, berpendapat buat apa menetapkan visi yang ideal dan tidak mungkin bisa dicapai. Tapi lain halnya bagi mereka yang visioner mempunyai pandangan tidak jadi masalah ketika visi tersebut mengawang-ngawang sekalipun, karena berbicara visi tidak ubahnya seperti mimpi (dreaming) yang tentunya berharap menjadi kenyataan. Kalau saja bermimpipun tidak, jangan harap menjadi kenyataan.

Kita menyadari bahwa antara harapan dan kenyataan senantiasa terdapat kesenjangan, karena harapan sepenuhnya ada dalam kendali kita sementara kenyataan itu hanya Tuhanlah yang mengetahui. Penetapan visi bagi seseorang ataupun institusi merupakan hasil dari pengambilan keputusan. Suatu pengambilan keputusan yang baik perlu didukung oleh berbagai faktor, salah satu faktor yang paling dominan adalah informasi.

Ciri-ciri Informasi Berkualitas

Iunformasi yang berkualitas memiliki ciri-ciri: akurat, tepat waktu, relevan, dan lengkap. Akurat artinya tidak bias, yakni informasi yang kita peroleh sesuai dengan permasalahan yang sedang dihadapi dan berasal dari sumber yang dapat dipercaya. Tepat waktu, informasi diterima pada saat dibutuhkan. Relevan, hanya informasi yang berhubungan erat dengan problem yang kita hadapi yang digunakan. Lengkap, informasi diperoleh dari berbagai sumber secara lengkap.

Jadi informasi berkualitas harus memiliki ciri tersebut. Salah satu ciri tidak terpenuhi, maka tidak dapat dikatakan bahwa informasi tersebut berkualitas.

Pentingnya Informasi Berkualitas

Informasi yang berkualitas dapat mengurangi ketidakpastian.  Hampir semua aktivitas yang kita lakukan dilingkupi oleh ketidakpastian, dibaliknya tentu terdapat risiko yang kita hadapi.

Ketidakpastian biasanya sering ditemukan pada saat kita dihadapkan pada permasalahan yang baru pertama kali dialami. Misalnya dalam berinvestasi pada produk pasar modal, karena dipengaruhi oleh faktor yang bersifat dinamis, maka unsur ketidakpastiannyapun tinggi.

Oleh karenanya disinilah informasi yang berkualitas berperan. Rasa ragu-ragu dalam melakukan keputusan dapat kita kurangi atau bahkan dihilangkan. Keputusan yang diambil tentu merupakan pemilihan dari beberapa alternatif yang ada atau bahkan tidak memilih alternatif yang adapun itu merupakan keputusan.

Dari paparan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa untuk memutuskan sesuatu sudah selayaknya didukung oleh informasi yang berkualitas. Janganlah kita membuat sesuatu keputusan strategis untuk kepentingan orang banyak, apabila tidak dilengkapi informasi berkualitas. Hal ini tentu akan berakibat fatal.(DM).

Advertisements

Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi…???


Menilik sistem pendidikan, apapun jenis pendidikannya selalu memerlukan kurikulum sebagai penentu arah untuk dapat mewujudkan visi pendidikan yang diselenggarakan. Berdasarkan Undang Undang Sistem Pendidikan Nasional yang dimaksud kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

Kurikulum yang digunakan pendidikan ada tiga jenis yang dikenal dan diwacanakan, yakni Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), Kurikulum Berbasis Penelitian dan Laboratorium (KBPL), dan Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi (KBTI). Saat  ini pendidikan kita masih menggunakan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang mana kurikulum dirancang berdasarkan kopentensi lulusan yang diharapkan, sesuai dengan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi bahwa yang dimaksud dengan Kompetensi adalah seperangkat tindakan cerdas, penuh tanggungjawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas di bidang pekerjaan tertentu.

Pelaksanaan KBK masih menimbulkan multi tafsir artinya belum ada penafsiran yang sama terkait dengan kompetensi itu sendiri, bahkan di suatu daerah tertentu ditafsirkan bahwa kompetensi proses pembelajarannya dilakukan sesuai dengan kegemaran siswa di dalam mengikuti materi yang diberikan, misal siswa yang senang musik maka ia belajar sambil diperdengarkan musik, bagi siswa yang senang berada pada tempat sunyi diiringi gemercik air siswa dibawa ke tempat tersebut, pengajar yang bersangkutan dibuat repot karena harus kesana kemari, bisa-bisa dia kelelahan dan jatuh pingsan setiap kali dia mengajar. Wah wah, kalau saja ini terjadi di setiap tempat apa jadinya penyelenggaraan pendidikan kita. KBK yang diigunakan pada sistem pendidikan sudah berjalan lebih delapan tahun, tapi nampaknya belum bisa dikatakan berhasil, karena para lulusan yang dihasilkan masih belum bisa memenuhi kompetensi yang diharapkan. Sejalan dengan itu pula untuk tingkat pendidikan menengah atas pemerintah dengan gencar mempropagandakan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan untuk Perguruan Tinggi (PT) melalui Undang Undang Pendidikan Tinggi lebih menekankan pendidikan vokasi, bahkan Dirjen Pendidikan Tinggi telah mengeluarkan surat edaran tentang moratorium pembukaan PT Baru dan Program Studi (Prodi) Baru kecuali PT dan Prodi vokasi yang berlaku hingga tahun 2014.

Kalaupun belum bersifat formal, mendiknas sempat melontarkan bahwa KBK sudah saatnya “diganti”, karena sudah berjalan lebih delapan tahun, mungkinkah ini terjadi? Segala sesuatu di Indonesia bisa saja terjadi dan sangat tergantung pada pemangku kebijakan di negeri ini. Sementara KBK belum mapan untuk menyikapi perkembangan masyarakat dewasa ini telah diwacanakan mengenai KBPL, yakni kurikulum disusun berdasarkan hasil penelitian dan praktik laboratorium, para pengajar tentunya dituntut harus melakukan penelitian dan pengamatan, anlisis permasalahan di laboratorium. Penerapan KBPL akan membawa konsekwensi terhadap semua asfek pendidikan, sumberdaya yang mendukungnya perlu dipersiapkan secara lengkap, terutama sumberdaya manusianya harus betul-betul siap merubah mindset, artinya harus secara intensif melakukan penelitian yang tentunya disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Bagi pengajar yang belum siap tentunya merupakan ancaman, praktis yang bersangkutan sulit melakukan aktivitas dan bertindak sebagai pengajar, artinya pengajar tidak hanya bertindak sebagai transfer knowledge.

Kurikulum Berbasis Kompetensi belum berhasil, muncul lagi Kurikulum Berbasis Penelitian dan Laboratorium, lalu muncul lagi Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi (KBTI). KBTI berjalan sesuai dengan perkembangan teknologi informasi yang saat ini di Indonesia masih belum merata, nampaknya masih sulit untuk diwujudkan secara menyeluruh. Gejala ke arah sana sesungguhnya telah terjadi ditunjukkan oleh teknologi internet dan komunikasi yang mendukungnya, contoh sederhana kita melihat beberapa PT melalui wibsitenya menyelenggarakan e-learning, tapi ini hanya menyentuh kalangan tertentu dan untuk materi-materi tertentu artinya belum komprehensif. Ditengarai bila KBTI ini betul-betul terwujud, seorang profesor yang memberikan kuliah di satu PT dapat diakses/diikuti oleh para mahasiswa PT lain, sang profesor yang mempunyai keahlian pada bidang tertentu, ilmu dan pengetahuannya dapat diterima oleh para mahasiswa yang dapat mengakses internet. Wow… fantastik…. apa konsekwensinya, bagi dosen yang “gaptek” rasanya merinding dan ingin menghilang… apakah ini suatu ancaman, tantangan, atau peluang?? (DM).

MENAPAKI DUNIA DAMAI LEWAT TULISAN


“Life is never plate; life is process; life is commitment; life is choice; life is temporary”

Kedamaian merupakan suasana yang diidam-idamkan oleh semua orang, baik laki-laki maupun perempuan, baik yang muda maupun tua, baik yang kaya maupun miskin, baik pejabat maupun rakyat biasa. Damai dapat menciptakan suasana menjadi tenteram, tenang dan akan menghasilkan sesuatu yang positif bagi setiap orang yang berada di lingkungannya. Namun apa yang terjadi di masyarakat kita, ternyata ada sekelompok orang yang memiliki keinginan suasana yang kacau balau, seperti tawuran antar pelajar SMA, perselisihan antara suku/warga dan lain-lain.

Suasana ini tentu menyebabkan ketidaktentraman masyarakat yang berada di sekitar lingkungan tersebut, sehingga menimbulkan berbagai keresahan dan menghambat terhadap berbagai aktivitas yang semestinya dilakukan. Apa motif terjadinya kekacauan/tawuran ini, dipandang perlu kajian mendalam dari berbagai pihak terkait, agar dapat dicarikan solusinya atau tidak terulang lagi di masa-masa mendatang. Sementara melalui pemberitaan media masa pemicu tawuran yang terjadi beranjak dari hal-hal yang sepele, diantaranya masalah saling ledek dan lain-lain. Kerugian yang diderita oleh masyarakat tentunya sangat besar, berapa banyak mereka yang kehilangan kesempatan untuk mencari nafkah, banyak kendaraan yang kebetulan diparkir di sekitar itu yang rusak, siapa yang bertanggung jawab. Beruntung bagi mereka yang kendaraan atau kekayaan lainnya yang rusak akibat tawuran itu diasuransikan, tapi bagaimana dengan yang tidak. Berulangkali muncul pertanyaan mengapa ini terjadi dan apa penyebabnya. Dilihat dari sudut pandang ekonomi keluarga sangatlah mungkin terjadi anak-anak yang berasal dari keluarga yang tidak mampu melakukan hal tersebut karena terdorong oleh rasa cemburu melihat teman-teman yang lainnya berkelebihan dari sudut materi, tapi betulkah ini yang terjadi di ibukota yang notabene mereka yang dapat mencicipi sekolah di SMA kecil kemungkinan berasal dari keluarga yang tidak mampu, namun demikian ukuran kemampuan seseorang secara ekonomi tentunya sangat relatif, sebuah keluarga berkecukupan bahkan berlebihanpun belum tentu mampu medidik anak-anaknya dengan baik karena orangtuanya disibukan dengan aktivitas mencari sumber penghidupan/uang.

Rasa damai perlu dimiliki setiap orang dalam menapaki semua asfek kehidupan, apapun yang akan dilakukan akan dapat berhasil dengan sempurna jika ditunjang dengan dunia damai. Kedamaian yang dimiliki seseorang tidak terlepas dari itikad seseorang dalam menyikapi hidup ini, kita harus senantiasa berusaha memiliki prasangka baik terhadap orang lain, sejahat apapun orang lain kepada kita, apabila kita memiliki bekal tersebut niat jahat orang itu bisa berubah menjadi baik, namun kita harus berhati-hati dalam menyikapinya karena perbuatan jahat seseorang tidak hanya dilakukan secara fisik tapi bisa juga dalam bentuk teror mental.

Menapaki dunia damai bukan suatu hal yang mudah untuk diwujudkan, karena dalam masyarakat kita dikenal dengan istilah pluralistik, sehingga berbagai perbedaan dari berbagai asfek sangat memungkinkan terjadi. Berbagai latar belakang mewarnai sendi-sendi kehidupan bermasyarakat, hal ini tentu memerlukan solusi yang berarti, dimana salah satunya adalah melalui tulisan yaitu tulisan-tulisan yang mengandung makna dapat menentramkan khalayak.

Tulisan mencerminkan apresiasi dan ekpsresi seseorang dalam menyikapi berbagai fenomena yang terjadi, ketika menemukan sesuatu yang dianggap positif akan ditanggapi secara positif demikian pula sebaliknya, namun persepsi seseorang bisa saja sebaliknya sangat tergantung pada sampai sejauhmana pemahaman terhadap peristiwa tersebut juga seberapa banyak informasi yang relevan dengan peristiwa tersebut dia peroleh, semakin akurat, relevan, tepat waktu dan lengkap informasi yang diketahui tentu akan semakin arif seseorang dalam menyikapi suatu peristiwa.

Menapaki dunia damai melalui tulisan dapat dilihat dari berbagai sudut pandang, dari sisi penulis yang berniat untuk menciptakan suasana damai tentunya perlu menuangkannya dalam bahasa yang sederhana sesuai dengan si pembaca, untuk setingkat siswa SMA misalnya gunakan bahasa mereka sehingga mereka tertarik membaca dan mereka akhirnya berusaha untuk merubah perilakunya, semula mereka berperilaku tanpa memperhatikan etika pergaulan berubah menjadi orang yang berperilaku baik. Di lihat dari sudut pandang pembaca tentunya, mereka sangat perlu dipasok berbagai informasi mengenai baik buruknya (konsekwensi) ketika melakukan sesuatu yang membuat suasana menjadi kacau, aktivitas yang dilakukan tanpa memperhatikan norma-norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat akan merugikan kepada yang bersangkutan,  keluarga bahkan masyarakat luas. Dilihat dari media yang dipergunakan untuk mengekspresikan tulisanpun, kepedulian media masa seperti surat kabar, media elektronik dan media lainnya sangatlah memegang peranan penting, sementara ini peran media masa yang ada hanya sebatas memberitakan atau bahkan tidak sedikit media yang bersifat memprovokasi, ada istilah di kalangan mereka terutama dalam membuat judul tulisan “bad news is good news” setelah ditelaah lebih lanjut tulisan tersebut ternyata tidak sesuai dengan judulnya. Sudah saatnya kita peduli terhadap media, yakni dengan memberikan tulisan-tulisan yang mempunyai makna hakiki, sehingga mereka tidak mengalami kekurangan pemberitaan untuk bisa disampaikan kepada masyarakat luas, yang pada gilirannya masyarakat menjadi cerdas dalam menyikapi berbagai peristiwa. Siapa lagi yang peduli terhadap bangsa ini kalau bukan kita, kita harus memikul tanggungjawab untuk keberlangsungan generasi di masa yang akan datang.

Pengaruh globalisasi saat inipun nampaknya tidak boleh luput dari perhatian kita, karena tidak sedikit kaum remaja yang terperosok ke lembah kenistaan gara-gara pengaruh budaya luar, melalui tulisan pula hal ini bisa kita sikapi secara arif, sesungguhnya tidak kalah budaya berkehidupan yang ada di lingkungan kita jauh lebih baik dibandingkan dengan budaya yang datang dari luar. Disadari memang arus globalisasi sulit kita bendung, karena sesuai dengan perkembangan jaman mengharuskan bangsa-bangsa di dunia ini berkiprah seolah-olah tanpa dinding pemisah, namun demikian kearifan lokal yang kita miliki harus tetap dapat kita lestarikan, dimana salah satu strategi kita memiliki keunggulan dibandingkan dengan bangsa lain yaitu melalui perbedaan yang kita miliki dalam artian yang positif dan jangan lupa kita perlu melakukan koreksi/perbaikan berkesinambungan untuk berbagai asfek kehidupan bangsa.

Sebagai solusi untuk menuju pada suasana damai yaitu melalui tulisan yang membuat masyarakat tenteram, tentunya didukung oleh semua fihak yang  peduli terhadap ketenangan, keamanan, kenyamanan dalam menapaki kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

INVESTASI PADA PRODUK PASAR MODAL BELUM MENGGELIAT


Istilah investasi tentu sudah sering kita dengar, investasi dapat dilakukan pada aset fisik maupun pada aset finansial/keuangan diantaranya melalui produk pasar modal. Kondisi investasi pada produk pasar modal di Tasikmalaya masih belum menggeliat, ini terlihat dari belum banyaknya pihak yang menawarkan instrumen investasi tersebut. Tercatat hanya beberapa bank dan dealer sekuritas yang hadir dan menawarkan produk pasar modal. Banyak instrumen investasi yang tersedia, dimana yang paling populer dikenal oleh masyarakat luas antara lain saham dan obligasi. Berbagai upaya sesungguhnya telah dilakukan oleh pemangku kebijakan yakni BAPEPAM-LK sebagai kepanjangan tangan pemerintah untuk dapat menggairahkan iklim investasi di Indonesia agar masyarakat tertarik berinvestasi pada produk pasar modal.

Obligasi Negara Republik Ritel (ORI), Sukuk Negara Ritel (SUKUK), dan reksa dana dengan return (keuntungan) di atas bunga deposito, ini merupakan upaya pemerintah agar masyarakat luas terutama perorangan dengan dana kecil bisa menjangkaunya. Namun dibalik itu semua nampaknya masyarakat Tasikmalaya belum banyak melirik instrumen ini sebagai wahana investasi yang menguntungkan. ORI005, ORI007, ORI008 masih eksis di pasar reguler disusul dengan ORI009 yang masih di pasar perdana, sementara itu  SUKUK seri SR002, SR003, dan SR004 masih ditawarkan. Untuk investasi pertama kalinya baik ORI maupun SUKUK  ditawarkan dengan harga perdana Rp 5 juta, sedangkan untuk reksa dana sangat bervariasi antara Rp 500rb sampai dengan Rp 3 juta, bukankah ini terjangkau oleh perorangan?

Akhir-akhir ini banyak pula perusahaan asuransi yang menawarkan produknya sekaligus sebagai investasi, umumnya mereka menyandingkannya dengan reksa dana. Sekalipun kita tidak direpotkan dalam memilih objek investasi untuk reksadana karena yang berperan adalah manajer investasi, tetapi kita tetap harus berhati-hati dalam memilih reksadana yang mana paling menjanjikan keuntungan yang optimal dan aman, ingat dalam berinvestasi senantiasa ada risiko yang menyertainya, ketika keuntungan yang ditawarkan  tinggi tentu akan diikuti dengan risiko yang tinggi pula, demikian sebaliknya. Khusus untuk reksadana apabila investor memiliki unit penyertaan dalam jangka panjang (lebih dari 1 tahun) umumnya menguntungkan, sebagai contoh reksa dana syari’ah rata-rata menjanjikan bagi hasil yang lebih besar dibandingkan reksadana konvensional.

Jenis-jenis reksa dana terdiri dari reksa dana pendapatan tetap, campuran, saham, pasar uang, terproteksi. Indeks & ETF, dollar, syariah, dan P.terbatas. Melalui beragam reksa dana ini kita bisa memilih yang mana yang paling menguntungkan dan aman, tentunya sangat tergantung pada preferensi kita, karena setiap orang akan berbeda di dalam menyikapi risiko, bagi mereka yang agresif akan lebih memilih reksa dana saham misalnya, sedangkan bagi mereka yang moderat lebih memilih reksa dana pendapatan tetap. Di dalam berinvestasi sudah selayaknya tidak hanya pada satu jenis instrumen investasi, karena apabila menderita kerugian kita akan repot dibuatnya, oleh karenanya perlu dilakukan diversifikasi/penyebaran risiko artinya terhadap beberapa instrumen investasi sehingga terbentuk portofolio yang optimal, ada pepatah lama yang mengatakan bahwa “seorang investor yang bijak tidak akan menaruh seluruh telornya ke dalam satu keranjang”.

Munculnya  pertanyaan, bisakah kita sebagai perorangan melakukan investasi pada produk pasar modal dan mengapa pula di Tasikmalaya belum menggeliat? Jawabannya, sangatlah bisa kita melakukannya, kalaupun di Tasikmalaya bank dan dealer sekuritas yang menawarkan produk pasar modal masih terbatas, selain menghubungi mereka yang menjual produk pasar modal juga dapat dilakukan secara on-line. Sementara itu masyarakat Tasikmalaya perlu kiranya diberikan pencerahan artinya diberikan informasi yang lengkap oleh pihak-pihak terkait, sehingga masyarakat tidak akan ragu-ragu menginvestasikan uangnya pada produk pasar modal, yang pada gilirannya produk pasar modal menjadi alternatif investasi yang menguntungkan. (DM).

This entry was posted on October 10, 2012, in Uncategorized and tagged . 2 Comments

Betulkah Jam Tangan itu JADUL?


Belakangan ini kehadiran teknologi informasi nampaknya sulit dibendung, ini sejalan dengan kebutuhan  akan informasi serba cepat, tepat, akurat dan lengkap. Hampir di setiap alat pengolah data/informasi jam sebagai penunjuk waktu selalu ada, sehingga setiap orang yang menggunakannya jika memerlukan informasi jam bisa secara langsung melihatnya. Tidak hanya itu, di setiap tempat kita mudah mengetahui penunjuk waktu, di mobil, di ruang kerja, di sekolah, dan tempat lainnya.

Pada suatu acara di salah satu stasiun televisi swasta, host acara tersebut sempat meminta kepada penonton yang berada di dalam studio, bagi anda yang berusia lebih dari tiga puluh tahun coba tolong acungkan tangannya, setelah dilihat oleh si host acara tersebut ternyata mayoritas mengenakan jam tangan hanya ada dua orang saja yang tidak menggunakan jam tangan, setelah itu coba tolong bagi anda yang merasa usianya kurang dari tiga puluh tahun sama acungkan tangan anda, ternyata yang memakai jam tangan hanya dua orang saja dari sekian banyak penonton yang berusia kurang dari tiga puluh tahun. Dengan gayanya yang khas sambil mengelus kepalnya yang botak si host tersebut menarik kesimpulan  bahwa jam tangan tidak lagi diminati oleh kaum muda, alias dia bilang jadul. Tunggu dulu, tidak semua orang berpendapat demiikan, kalaupun betul penunjuk waktu dimana-mana ada, di telepon genggam, laptop, Ipad, dan lain-lain, bagi mereka yang sudah terbiasa mengenakan jam tangan mendengar ungkapan seperti itu bisa jadi tersinggung dan mereka mempunyai alasan yang kuat, diantaranya kalau ngga pakai jam tangan serasa ada yang hilang dan tidak pede katanya, alias mereka menganggap sebagai fashion/aksesoris, jadi bukan fungsinya yang mereka inginkan. Sementara itu bagi mereka yang tidak biasa atau bahkan belum pernah memakai jam tangan, mereka menganggap ribet alias musti buka-pakai.

Menyimak paparan itu, tentu kita bisa melihat dari dua sudut pandang, yakni bila dari fungsinya jam tangan sebagai penunjuk waktu, kayaknya tidak perlu harus melihat jam tangan, tapi bila melihat dari asfek aksesoris nampak bahwa jam tangan itu layaknya perhiasan yang dianggap sebagai sesuatu yang dibanggakan. Jadi tentunya sangat tergantung kita melihatnya, hanya saja kalau mayoritas penduduk di dunia ini hanya  melihat dari asfek fungsinya, ini merupakan ancaman bagi perusahaan-perusahaan yang memproduksi jam tangan.(DM)

This entry was posted on October 9, 2012, in Uncategorized. 8 Comments

MANAJEMEN OTONOMI DAERAH DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN KARAKTER BANGSA


MANAJEMEN OTONOMI DAERAH                                                                              DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN KARAKTER BANGSA

OLEH : Prof. Dr. DEDEN MULYANA SE,.M.Si*

Makalah disampaikan pada: Seminar Nasional “Otonomi Daerah Dalam Perspektif Pembangunan Karakter Bangsa” Kerjasama antara Universitas Siliwangi dengan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI)                   Tasikmalaya, 12 Maret 2012

A.  HAKIKAT OTONOMI DAERAH

  1. Hak mengurus rumah tangga sendiri yang bersumber dari wewenang pangkal dan urusan pemerintah pusat yang diserahkan kepada daerah. Istilah sendiri adalah dalam hak mengatur dan mengurus rumah tangga merupakan inti otonomi suatu daerah, penetapan kebijakan sendiri, pelaksanaan sendiri, pembiayaan sendiri dan pertanggungjawaban daerah sendiri.
  2. Dalam kebebasan menjalankan hak mengurus dan mengatur rumah tangga sendiri, daerah tidak dapat menjalankan hak dan wewenang otonominya itu di luar batas-batas wilayahnya.
  3. Daerah tidak boleh mencampuri hak mengatur dan mengurus wewenang pangkal dan urusan yang diserahkan kepadanya.
  4. Otonomi tidak membawahi otonomi daerah lain, hak mengatur/mengurus rumah tangga sendiri tidak merupakan subordinasi hak mengatur/mengurus rumah tangga daerah lain. Dengan demikian suatu daerah otonom adalah daerah yang self government, self sufficiency, self authority, self regulation to its laws and affairs dari daerah lain baik secara vertikal/hotizontal karena daerah otonom memiliki actual independence. Read more ……MANAJEMEN OTDA DLM PERSPEKTIF PEMB KARAKTER BANGSA or MANAJEMEN OTDA DLM PERSPEKTIF PEMB KARAKTER BANGSA (2)
This entry was posted on March 12, 2012, in Uncategorized. 1 Comment

ANALISIS LIKUIDITAS SAHAM SERTA PENGARUHNYA TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN YANG BERADA PADA INDEKS LQ45 DI BURSA EFEK INDONESIA


Diterbitkan pada JURNAL Magister Manajemen Volume 4 Nomor 1 Maret 2011 halaman 77-96.

ANALISIS LIKUIDITAS SAHAM SERTA PENGARUHNYA TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN YANG BERADA PADA INDEKS LQ45 DI BURSA EFEK INDONESIA 

Oleh: DEDEN MULYANA

Abstract

            This study investigated and analyze the level of liquidity of shares of companies listed on the LQ45 index, stock price movement of listed companies on the Index LQ45, stock liquidity effect on stock prices on companies listed in the Index LQ45.
The research method used in this research
was descriptive method of analysis and correlation method, while the type of data used in this research was secondary data. Mechanical withdrawal sample use purposive sampling method (sampling conditional) where the terms in this study are consistent issuers during the three years were always listed on the Index LQ45 exist 19 issuers. The analytical tool used was simple linear regression analysis, analysis determination coefficient and hypothesis test.
From the research result shows that the magnitude of the coefficient of determination, is 45.6% which means that the liquidity of shares positive effect on stock prices at LQ 45 in Indonesian
Stock Exchange.

            From the results of hypothesis, there was a significant liquidity to the stock price of shares in companies listed in the Index LQ45, thus proposed hypothesis was tested.
It
was suggested that the analyzed period should be more than three years for better results and samples should represent their respective industry types proportionally. For further empirically, researchers were expected to consider also factors – other factors that could affect stock price movements than stocks such Liquidity Stock Split and Earning per share (EPS).

keywords: stock liquidity, stock prices, LQ 45

full text klick here..ANALISIS LIKUIDITAS SAHAM TERHADAP HARGA SAHAM-JURNAL-MM

LANDASAN FILSAFAT METODE PENELITIAN KUALITATIF

Oleh:

Prof. Dr. Deden Mulyana, SE., M.Si.

Keynotes Speech

Disampaikan pada “Seminar Nasional Metode Penelitian Kualitatif”

9 Juni 2011 

PENDAHULUAN 

Penelitian  dalam bidang  ekonomi,  manajemen  dan  akuntansi  termasuk sosial lainnya,  merupakan  proses  pencarian pengetahuan  yang  diharapkan bermanfaat  dalam  mengembangkan  teori  baru  dan  menyelesaikan masalah yang berkaitan  dengan  isu  ekonomi,  manajemen dan  akuntansi.   Konsekuensinya, penelitian yang dilakukan harus memperhatikan  kaidah  keilmuan.  Penelitian  harus dilakukan berdasarkan  prinsip  berpikir  logis  dan  dilakukan  secara  berulang  mengingat  penelitian tidak  pernah  berhenti  pada  satu  titik  waktu  tertentu  (Lincoln  dan  Guba  1986).  Untuk selengkapnya klik disini …. METODE PENELITIAN KUALITATIF-BLOG

This entry was posted on January 18, 2012, in Uncategorized. 1 Comment