TEKNIK ALOKASI MODAL KERJA DAN INVESTASI


Setiap perusahaan membutuhkan modal kerja untuk membelanjai operasinya sehari-hari. Manajemen modal kerja berkepentingan terhadap keputusan investasi pada aktiva lancar dan utang lancar terutama mengenai pengaturan penggunaan komposisi keduanya akan mempengaruhi resiko, sehingga manajemen modal kerja merupakan salah satu aspek terpenting dari keseluruhan manajemen keuangan perusahaan. Apabila perusahaan tidak dapat mempertahankan/dicukupi-nya “tingkat modal kerja yang memuaskan”, maka kemungkinan sekali perusahaan akan berada dalam keadaan illikuid (tidak mampu membayar kewajiban-kewajiban yang sudah jatuh tempo) dan bahkan terpaksa mungkin harus dilikuidasi. Selanjutnya perusahaan yang tidak mempunyai modal kerja yang cukup tidak akan dapat membayar kewajiban jangka pendek tepat pada waktunya dan akan menghadapi masalah likuiditas.
Salah satu rasio modal kerja yang terpenting adalah rasio lancar, yaitu: aktiva lancar dibagi dengan kewajiban lancar. Rasio ini dimaksudkan untuk memberikan informasi mengenai likuiditas perusahaan, atau kemampuan untuk membayar kewajiban yang akan jatuh tempo dalam setahun. Namun rasio lancar yang tinggi belum menjamin perusahaan akan mempunyai kas yang diperlukan untuk memenuhi kewajibannya. Jika persediaan tidak terjual dan piutang tidak tertagih secara tepat waktu, keamanan yang tercermin pada rasio lancar yang tinggi sebenarnya hanyalah bersifat semu. Begitu juga dengan rasio cepat belum memberikan gambaran likuiditas yang lengkap, karena belum memperlihatkan berapa besarnya arus kas dari operasi, yang dapat digunakan untuk memenuhi kewajibannya. Jadi untuk menentukan likuiditas yang tepat bagi suatu perusahaan perlu memperhatikan juga arus kasnya.
Kebutuhan modal kerja secara garis besar ditentukan oleh 4 (empat) faktor yaitu volume penjualan, faktor musiman, perkembangan teknologi dan philosophi perusahaan.

Volume penjualan merupakan faktor terpenting yang mempengaruhi besar kecilnya komponen-komponen modal kerja. Suatu perusahaan menanamkan sebagian dana yang dimilikinya dalam modal kerja untuk menunjang kegiatan operasional perusahaan yang tertumpu pada penjualan.

Faktor musiman, beberapa perusahaan akan mengalami fluktuasi musiman dalam permintaan terhadap barang dan jasa yang dihasilkannya. Usaha-usaha untuk memenuhi berbagai fluktuasi permintaan tersebut memerlukan jumlah modal kerja yang berbeda.

Perkembangan teknologi, terutama yang berhubungan dengan proses produksi dapat mempunyai pengaruh terhadap penentuan kebutuhan akan modal kerja.

Kebijakan perusahaan juga dapat mempengaruhi tingkat kebutuhan akan modal kerja dalam perusahaan tersebut.
Keempat faktor tersebut di atas perlu diperhatikan oleh pimpinan perusahaan di dalam penentuan kebutuhan modal kerja yang efektif dan efisien. Terpenuhinya modal kerja menjadi sangat penting untuk pertumbuhan penjualan perusahaan dalam jangka panjang. Apabila perusahaan kekurangan modal kerja untuk memperluas penjualan dan meningkatkan produksinya, maka besar kemungkinan akan kehilangan pendapatan dan keuntungan.
Kebijakan modal kerja mengacu pada kebijakan dasar perusahaan mengenai berapa banyak investasi yang harus dilakukan pada setiap kategori aktiva lancar dan bagaimana investasi tersebut harus dibiayai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s