Betulkah Jam Tangan itu JADUL?


Belakangan ini kehadiran teknologi informasi nampaknya sulit dibendung, ini sejalan dengan kebutuhan  akan informasi serba cepat, tepat, akurat dan lengkap. Hampir di setiap alat pengolah data/informasi jam sebagai penunjuk waktu selalu ada, sehingga setiap orang yang menggunakannya jika memerlukan informasi jam bisa secara langsung melihatnya. Tidak hanya itu, di setiap tempat kita mudah mengetahui penunjuk waktu, di mobil, di ruang kerja, di sekolah, dan tempat lainnya.

Pada suatu acara di salah satu stasiun televisi swasta, host acara tersebut sempat meminta kepada penonton yang berada di dalam studio, bagi anda yang berusia lebih dari tiga puluh tahun coba tolong acungkan tangannya, setelah dilihat oleh si host acara tersebut ternyata mayoritas mengenakan jam tangan hanya ada dua orang saja yang tidak menggunakan jam tangan, setelah itu coba tolong bagi anda yang merasa usianya kurang dari tiga puluh tahun sama acungkan tangan anda, ternyata yang memakai jam tangan hanya dua orang saja dari sekian banyak penonton yang berusia kurang dari tiga puluh tahun. Dengan gayanya yang khas sambil mengelus kepalnya yang botak si host tersebut menarik kesimpulan  bahwa jam tangan tidak lagi diminati oleh kaum muda, alias dia bilang jadul. Tunggu dulu, tidak semua orang berpendapat demiikan, kalaupun betul penunjuk waktu dimana-mana ada, di telepon genggam, laptop, Ipad, dan lain-lain, bagi mereka yang sudah terbiasa mengenakan jam tangan mendengar ungkapan seperti itu bisa jadi tersinggung dan mereka mempunyai alasan yang kuat, diantaranya kalau ngga pakai jam tangan serasa ada yang hilang dan tidak pede katanya, alias mereka menganggap sebagai fashion/aksesoris, jadi bukan fungsinya yang mereka inginkan. Sementara itu bagi mereka yang tidak biasa atau bahkan belum pernah memakai jam tangan, mereka menganggap ribet alias musti buka-pakai.

Menyimak paparan itu, tentu kita bisa melihat dari dua sudut pandang, yakni bila dari fungsinya jam tangan sebagai penunjuk waktu, kayaknya tidak perlu harus melihat jam tangan, tapi bila melihat dari asfek aksesoris nampak bahwa jam tangan itu layaknya perhiasan yang dianggap sebagai sesuatu yang dibanggakan. Jadi tentunya sangat tergantung kita melihatnya, hanya saja kalau mayoritas penduduk di dunia ini hanya  melihat dari asfek fungsinya, ini merupakan ancaman bagi perusahaan-perusahaan yang memproduksi jam tangan.(DM)

This entry was posted on October 9, 2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 6 Comments

6 thoughts on “Betulkah Jam Tangan itu JADUL?

  1. Bagi saya jam tangan tidak pernah menjadi “jadul”. Penggunaannya telah melewati fungsinya sebagai penunjuk waktu, menjadi fesyen untuk mereka yang memakainya.

  2. kalo dilihat dari aspek fungsinya jam tangan sebagai penunjuk waktu itu betul sekali tapi menurut saya selain dari funngsinya tadi jam tangan tidak akan pernah “jadul” karena sudah menjadi aksesori yang membuat pemakainya makin keren.

  3. Yang saya dapat ambil dari tulisan diatas, paradigma menjadi primadona dalam eksistensi jam tangan dari waktu ke waktu, dan menurut hemat saya prof, kalau memang jam tangan ini ingin tetap di pakai sampai anak cucu kita mempunyai cucu lagi hal yang harus dilakukan skarang yaitu MEREBOISASI kembali paradigma positif tentang jam tangan sehingga tertanam kuat di benak kaula muda yang hidup sejaman dengan kita. Bagaimana pun jam tangan ini merupakan penemuan sejarah yg bernilai tinggi bagi umat manusia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s